Sunday, September 28, 2014
Anak adalah Manusia Aktif di didik dengan Cinta dan Kasih Sayang
Tanpa kita sadari terkadang kita adalah orang tua yang jahat terhadap anak-anak buah hati kita sendiri. Membentak, mencubit, memukul dan lain sebagainya betapa tindakan kita tersebut telah berbekas di memorinya dan menyisakan luka yang akan terus di bawa hingga akhir hayatnya.
Anak adalah amanah, titipan Robbi…yang akan dimintai pertanggung jawaban kelak di yaumil masyar. Bila kita dapat mendidiknya dengan baik maka dia akan menjadi aset amal yang akan mendoakan kita ketika semua amalan sudah terputus.
Anak ibarat kertas putih yang masih bersih tanpa noda, kitalah yang menjadikan dia baik dan buruk, betapa sampai detik ini masih banyak saudara-saudara kita yang belum di anugerahi buah hati bahkan ada hingga akhir hayatnya tanpa diwarisi oleh Anak tercinta.
Berikut saya kutip sebuah kisah untuk dapat kita ambil pengalaman meski bagaimanapun kondisi anak kita, jangan pernah menyia-nyiakannya. Semoga bermanfaat.
“Dua puluh tahun yang lalu saya melahirkan seorang anak laki-laki,wajahnya lumayan tampan namun terlihat agak bodoh. Sam, suamiku,memberinya nama Eric. Semakin lama semakin nampak jelas bahwa anak ini memang agak terbelakang. Saya berniat memberikannya kepada orang lain saja.
Namun Sam mencegah niat buruk itu. Akhirnya terpaksa saya membesarkannya juga. Di tahun kedua setelah Eric dilahirkan saya pun
melahirkan kembali seorang anak perempuan yang cantik mungil. Saya menamainya Angelica. Saya sangat menyayangi Angelica, demikian juga Sam. Seringkali kami mengajaknya pergi ke taman hiburan dan membelikannya pakaian anak-anak yang indah-indah.
Namun tidak demikian halnya dengan Eric. Ia hanya memiliki beberapa stel pakaian butut. Sam berniat membelikannya, namun saya selalu melarangnya dengan dalih penghematan uang keluarga. Sam selalu menuruti perkataan saya. Saat usia Angelica 2 tahun, Sam meninggal dunia. Eric sudah berumur 4 tahun kala itu. Keluarga kami menjadi semakin miskin dengan hutang yang semakin menumpuk. Akhirnya saya mengambil tindakan yang akan membuat saya menyesal seumur hidup. Saya pergi meninggalkan kampung kelahiran saya beserta Angelica. Eric yang sedang tertidur lelap saya tinggalkan begitu saja. Kemudian saya tinggal di sebuah gubuk setelah rumah kami laku terjual untuk membayar hutang. Setahun, 2 tahun, 5 tahun, 10 tahun.. telah berlalu sejak kejadian itu.
Saya telah menikah kembali dengan Brad, seorang pria dewasa. Usia Pernikahan kami telah menginjak tahun kelima. Berkat Brad, sifat-sifat buruk saya yang semula pemarah, egois, dan tinggi hati, berubah sedikit demi sedikit menjadi lebih sabar dan penyayang. Angelica telah berumur 12 tahun dan kami menyekolahkan dia di asrama putri sekolah perawatan. Tidak ada lagi yang ingat tentang Eric dan tidak ada lagi yang mengingatnya.
Tiba-tiba terlintas kembali kisah ironis yang terjadi dulu seperti sebuah film yang diputar dikepala saya. Baru sekarang saya menyadari betapa jahatnya perbuatan saya dulu.tiba-tiba bayangan Eric melintas kembali di pikiran saya. Ya Eric, Mommy akan menjemputmu Eric. Sore itu saya memarkir mobil biru saya di samping sebuah gubuk, dan Brad dengan pandangan heran menatap saya dari samping. “
Mary, apa yang sebenarnya terjadi?”“Oh, Brad, kau pasti akan membenciku setelah saya menceritakan hal
yang telah saya lakukan dulu.” aku menceritakannya juga dengan terisak-isak.
Ternyata Tuhan sungguh baik kepada saya. Ia telah memberikan suami yang begitu baik dan penuh pengertian. Setelah tangis saya reda, saya keluar dari mobil diikuti oleh Brad dari belakang. Mata saya menatap lekat pada gubuk yang terbentang dua meter dari hadapan saya. Saya mulai teringat betapa gubuk itu pernah saya tinggali beberapa bulan lamanya dan Eric.. Eric… Namun saya tidak menemukan siapapun juga di dalamnya. Hanya ada sepotong kain butut tergeletak di lantai tanah. Saya mengambil seraya mengamatinya dengan seksama… Mata mulai berkaca-kaca, saya mengenali potongan kain tersebut sebagai bekas baju butut yang dulu dikenakan Eric sehari-harinya. Saya sempat kaget sebab suasana saat itu gelap sekali. Kemudian terlihatlah wajah orang itu yang demikian kotor. Ternyata ia seorang wanita tua. Kembali saya tersentak kaget manakala ia tiba-tiba menegur saya dengan suaranya yang parau. “Heii…! Siapa kamu?! Mau apa kau kemari?!”
Dengan memberanikan diri, saya pun bertanya, “Ibu, apa ibu kenal dengan seorang anak bernama Eric yang dulu tinggal di sini?”
Ia menjawab, “Kalau kamu ibunya, kamu sungguh tega, Tahukah kamu, 10 tahun yang lalu sejak kamu meninggalkannya di sini, Eric terus menunggu ibunya dan memanggil, ‘Mommy…, mommy!’ Karena tidak tega, saya terkadang memberinya makan dan mengajaknya tinggal Bersama saya. Walaupun saya orang miskin dan hanya bekerja sebagai pemulung sampah, namun saya tidak akan meninggalkan anak saya seperti itu! Tiga bulan yang lalu Eric meninggalkan secarik kertas ini.
Ia belajar menulis setiap hari selama bertahun-tahun hanya untuk menulis ini untukmu…” Saya pun membaca tulisan di kertas itu…
“Mommy, mengapa Mommy tidak pernah kembali lagi…? Mommy marah sama Eric, ya? Mom, biarlah Eric yang pergi saja, tapi Mommy harus berjanji kalau Mommy tidak akan marah lagi sama Eric. Bye, Mom…”
Saya menjerit histeris membaca surat itu. “Bu, tolong katakan… katakan di mana ia sekarang? Saya berjanji akan meyayanginya sekarang! Saya tidak akan meninggalkannya lagi, Bu! Tolong katakan..!!” Brad memeluk tubuh saya yang bergetar keras.
“Nyonya, semua sudah terlambat. Sehari sebelum nyonya datang, Eric telah meninggal dunia. Ia meninggal di belakang gubuk ini. Tubuhnya sangat kurus, ia sangat lemah. Hanya demi menunggumu ia rela bertahan di belakang gubuk ini tanpa ia berani masuk ke dalamnya. Ia takut apabila Mommy-nya datang, Mommy-nya akan pergi lagi bila melihatnya ada di dalam sana… Ia hanya berharap dapat melihat Mommy-nya dari belakang gubuk ini… Meskipun hujan deras, dengan kondisinya yang lemah ia terus bersikeras menunggu Nyonya di sana.”"
Semua Serba Gratis
Suatu sore, seorang anak menghampiri ibunya di dapur. Ia menyerahkan selembar kertas yang telah ditulisinya. Setelah sang ibu mengeringkan tangannya dengan celemek. Ia pun membaca tulisan itu dan inilah isinya:
Untuk memotong rumput Rp. 5000
Untuk membersihkan kamar tidur minggu ini Rp. 5000
Untuk pergi ke toko disuruh ibu Rp. 3000
Untuk menjaga adik waktu ibu belanja Rp. 5000
Untuk membuang sampah Rp. 1000
Untuk nilai yang bagus Rp. 3000
Untuk membersihkan dan menyapu halaman Rp. 3000
Jadi jumlah utang ibu adalah Rp. 25000
Sang ibu memandangi anaknya dengan penuh harap. Berbagai kenangan terlintas dalam benak sang ibu. Lalu ia mengambil pulpen, membalikkan kertasnya. Dan inilah yang ia tuliskan:
Untuk sembilan bulan ibu mengandung kamu, gratis
Untuk semua malam ibu menemani kamu, gratis
Untuk membawamu ke dokter dan mengobati saat kamu sakit, serta mendoakan kamu, gratis
Untuk semua saat susah dan air mata dalam mengurus kamu, gratis
Kalau dijumlahkan semua, harga cinta ibu adalah gratis
Untuk semua mainan, makanan, dan baju, gratis
Anakku… dan kalau kamu menjumlahkan semuanya,
Akan kau dapati bahwa harga cinta ibu adalah GRATIS
Seusai membaca apa yang ditulis ibunya, sang anak pun berlinang air mata dan menatap wajah ibunya, dan berkata: “Bu, aku sayang sekali sama ibu” ia kemudian mendekap ibunya. Sang ibu tersenyum sambil mencium rambut buah hatinya.”Ibupun sayang kamu nak” kata sang ibu.
Kemudian sang anak mengambil pulpen dan menulis sebuah kata dengan huruf-huruf besar sambil diperhatikan sang ibu: “LUNAS”
======
sahabat, seberapapun jasa yang tlah kita berikan kepada ibu, seberapapun uang yang kita dapatkan dan kita berikan kepada ibu, atau seberapapun liter keringat kerja yang kita kumpulkan untuk ibu, tidak akan dapat mengganti kasih sayang seorang ibu.Kasih ibu sepanjang masa. dapatkah kita menukar kasih sayang ibu itu dengan materi? menukar dengan bilangan angka?atau menukar dengan rangkaian kata terima kasih sepanjang Salatiga – Roma? Tidak sahabat, sama sekali tidak bisa. Oleh karenanya sahabatqu, Berbuat baiklah kepadanya, sayangilah beliau, cintailah beliau, dan doakanlah beliau….
Sahabat, kita beruntung masih diberi kesempatan untuk mencium tangannya, mencium pipinya, memijit kakinya, membuatkan minuman untuknya dan menunjukkan sayang kita kepadanya. semoga kita dapat terus melayani beliau, di dunia ini, maupun di surga nanti. amin…
Saturday, September 27, 2014
Batu Giok Aceh

Batu giok merupakan perhiasan kelas tiga setelah berlian dan permata. Belakangan ini marak di buru di bumi Serambi Mekkah yang melimpah kekayaan di dalam perut buminya. Tidak heran kalau kita menyusuri sungai dan gunung sepanjang sungai banyak batu-batu yang sudah dibelah guna melihat isinya, dan memastikan adakah batu giok didalamnya.
Sekitar tahun 2014 batu giok marak di buru di pegunungan Singgah Mata Kabupaten Nagan Raya, tidak cukup dengan alat manual saja. bahkan alat beratpun di kerahkan guna mencari batu hiasan yang menyilaukan mata tersebut. Kabar terbaru batu permata asal Aceh ini susah beredar di pasar Singapura yang di bawa dengan cara di selundupkan.
Kabar harga batu giok aceh berfariasi tergantung bentuk dan jenisnya. Batu giok asal aceh bahkan sudah mendapat pengakuan dari beberapa negara sebagai batu yang mempunyai kualitas nomor 3 setelah batu giok burma dan cina.Jejaring sosial juga banyak mengabarkan perkembangan batu giok aceh. sehingga batu giok menjadi isu panas yang terus dibicarakan.
Gambar. Batu giok Aceh yang dibuat menjadi cincin
Bagi para penggemar batu giok berkualitas bagis, datanglah ke Aceh disamping harganya masih murah, anda juga bisa menikmati petualangan menyusuri sungai sambil mecari batu giok. mana tahu anda akan mendapatkan batu giok super yang dapat dijual dengan harga tinggi.
Thursday, September 18, 2014
Pemkab Aceh Selatan dan Pelamar CPNS dengan Akreditasi C
Akreditasi C menjadi momok yang menurunkan semangat banyak lulusan yang mayoritasnya berasal dari perguruan tinggi swasta. Panselnas pada situs penerimaan CPNS sudah jelas-jelas menurunkan syarat penerimaan CPNS yang dulunya harus berijazah yang kampusnya terakreditasi B sekarang minimal ijazahnya dari kampus dengan tingkat akreditasinya C.
Tidak bisa kita pungkiri Tujuan dan maksud pembda Aceh Selatan tersebut sudah bagus guna mendapatkan CPNS yang baik dan profesional untuk meningkatkan pelayanan ditingkat Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan. Disisi lain kenyataannya tidak seperti yang kita harapkan. belum tentu jebolan kampus yang sudah terakreditasi B itu sudah semua sesuai harapan dan sebaliknya Lulusan Kampus yang masih terakreditasi C belum tentu tidak berkualitas semua tergantung pada individunya masing-masing. Lulusan dari Kampus yang masih akreditasi C yang lebih di dominasi oleh generasi mudah dari kalangan ekonomi menengah kebawah anak-anak petani dan nelayan yang yang juga berhak mendapatkan pendidikan meskipun hanya mampu kuliah di universitas yang kampusnya masih akreditasi C. Dengan mengingat bahwa semua masyarakat memiliki hak yang sama, maka tidaklah salah, dengan berbesar hati dan bijaksana Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan kembali merobah aturan tersebut. Sehingga sedikit memberi harapan kepada banyak orang khususnya putra daerah Aceh Selatan sendiri. memberikan sedikit harapan kepada orang tua mereka setelah sekian banyak mengeluarkan biaya, mencucurkan keringat, darah dan air mata untuk mengkuliahkan sang ananda tercinta meskipun hanya sebatas kemampuan bisa kuliah di universitas yang kampusnya masih terakreditasi C.
Kasus yang sama pernah terjadi di Pembda Aceh Barat Daya pada penerimaan CPNS Tahun 2013 yang lalu. beberapa putra daerah Aceh Barat Daya langsung menjumpai Bapak Sekretaris Daerah Aceh Barat Daya yang dijabat oleh Bapak Ramli Bahar. Dengan mengingat banyaknya putra daerah yang lulusan Universitas Swasta dengan akreditasi kampusnya masih C melalui beliau Pemerintah Daerah Kabupaten Aceh Barat Daya keesokan harinya langsung membuat surat edaran bahwa peserta yang memilik ijazah dengan akreditasi kampusnya C sudah boleh mendaftar di BKPP Aceh Barat Daya. Meskipun kami tidak lulus jadi CPNS Pemkab Aceh Barat Daya, kami sudah puas begitu juga nantinya pada pelamar CPNS yang akan melamar di Pemkab Aceh Selatan khususnya bagi putra-putri penerus pembangunan di negeri yang dikenal dengan komoditi buah pala tersebut. Semoga Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan Mengikuti Jejak Pemerintah Kabupaten Aceh Barat Daya. Tulisan ini hanya bermaksud menyumbang saran semoga mencerahkah bagi kita semua. terima kasih.
Alah Bisa Karena Biasa
Sering kita mendengar peribahasa ini,"Alah bisa karena biasa". Meresapi maknanya membuat saya terus mencoba menulis,menulis apa saja dan tentang apa saja. bisa jadi ketika anda membaca tulisan ini, ini adalah awal saya menulis. Memulai adalah awal yang berat bagi saya, entah bagi yang lain. kesulitan mencari tema yang cocok, judulnya yang tepat, terkadang memang tidak ada ide untuk menulis. adakalanya punya ide yang sangat bagus dan menggebu-gebu tapi bingung mau merangkainya dalam tulisan. dari banyak buku yang saya baca ada mengingatkan mulailah...mulai dari hal yang paling sederhana. Malam ini saya menguatkan diri untuk memulai menulis meskipun tadinya ga tahu mau nulis apa, hehehe
Pokoknya tulis, itulah dua kalimat yang terus coba saya ulangi. terkadang malu takut tulisan ini tak bermutu, toh kata orang penulis-penulis hebat juga pernah mengalami kegagalan. kawan-kawan juga pernah mengajak " nulislah" saya mau nulis apa ? " apa saja...hehe Mantab.
Malam semakin larut...disini saya masih menyelesaikan beberapa pekerjaan yang tadi siang belum kelar. tanpa terasa jam menunjukkan pukul 2.00 Wib semua pada tidur terlelap. malam seperti ini bukanlah malam pertama kali saya lembur entah malam keberapa saya ditemani suara jam dinding dan dengkurnya manusia yang dah tidur terlelap setelah seharian lelah bekerja.
Saya sadar betul betapa tulisan-tulisan terkenal sudah berhasil merubah pola pikir seseorang. betapa banyak orang yang tertular sukses dengan membaca buku hasil karya penulis-penulis terkenal misalnya : ESQ yang dikarang oleh Ari Ginanjar dan lain sebagainya. dan juga banyak bahan bacaan yang bersifat dokrin yang telah merusak pola pikir generasi muda yang mengarah kepada kegiatan radikal. sehingga dengan mudah menjadi pelaku bom bunuh diri dan lain sebagainya. sungguh luar biasa kekuatan tulisan-tulisan ini oleh karena itu semangat menulis harus ditumbuhkan pada generasi muda guna menyebarkan kebaikan dan informasi yang benar kepada yang membutuhkan.
Banyak sejarah yang tidak tertulis sehingga banyak kejadian di masa lalu tidak kita tahu. entah itu sudah dari indatu kita susah menuliskan sejarah. entah sejarah yang tertulis itu hilang dikubur tanah. entahlah....
mari kita galakkan semangat untuk menulis sehingga kita bisa mewariskan kepada generasi selanjutnya agar dia tahu setiap langkah dan gerakan yang sudah kita lakukan sehingga belajar dari pengalaman hal-hal yang belum sempurna dapat disempurnakan di kemudian hari.. Aminnn
Alue Pineung, 19 September 2014
Alfata Syam
Cangkir Yang Cantik
Sepasang kakek dan nenek pergi belanja di sebuah toko suvenir untuk mencari hadiah buat cucu mereka. Kemudian mata mereka tertuju kepada sebuah cangkir yang cantik. “Lihat cangkir itu,” kata si nenek kepada suaminya. “Kau benar, inilah cangkir tercantik yang pernah aku lihat,” ujar si kakek.
Saat mereka mendekati cangkir itu, tiba-tiba cangkir yang dimaksud berbicara “Terima kasih untuk perhatiannya, perlu diketahui bahwa aku dulunya tidak cantik. Sebelum menjadi cangkir yang dikagumi, aku hanyalah seonggok tanah liat yang tidak berguna. Namun suatu hari ada seorang pengrajin dengan tangan kotor melempar aku ke sebuah roda berputar.
Kemudian ia mulai memutar-mutar aku hingga aku merasa pusing. Stop ! Stop ! Aku berteriak, Tetapi orang itu berkata “belum !” lalu ia mulai menyodok dan meninjuku berulang-ulang. Stop! Stop ! teriakku lagi. Tapi orang ini masih saja meninjuku, tanpa menghiraukan teriakanku. Bahkan lebih buruk lagi ia memasukkan aku ke dalam perapian. Panas ! Panas ! Teriakku dengan keras. Stop ! Cukup ! Teriakku lagi. Tapi orang ini berkata “belum !”
Akhirnya ia mengangkat aku dari perapian itu dan membiarkan aku sampai dingin. Aku pikir, selesailah penderitaanku. Oh ternyata belum. Setelah dingin aku diberikan kepada seorang wanita muda dan dan ia mulai mewarnai aku. Asapnya begitu memualkan. Stop ! Stop ! Aku berteriak.
Wanita itu berkata “belum !” Lalu ia memberikan aku kepada seorang pria dan ia memasukkan aku lagi ke perapian yang lebih panas dari sebelumnya! Tolong ! Hentikan penyiksaan ini ! Sambil menangis aku berteriak sekuat-kuatnya. Tapi orang ini tidak peduli dengan teriakanku.Ia terus membakarku. Setelah puas “menyiksaku” kini aku dibiarkan dingin.
Setelah benar-benar dingin, seorang wanita cantik mengangkatku dan menempatkan aku dekat kaca. Aku melihat diriku. Aku terkejut sekali. Aku hampir tidak percaya, karena di hadapanku berdiri sebuah cangkir yang begitu cantik. Semua kesakitan dan penderitaanku yang lalu menjadi sirna tatkala kulihat diriku.
***
Sahabat, dalam kehidupan ini adakalanya kita seperti disuruh berlari, ada kalanya kita seperti digencet permasalahan kehidupan. Tapi sadarlah bahwa lakon-lakon itu merupakan cara Tuhan untuk membuat kita kuat. Hingga cita-cita kita tercapai. Memang pada saat itu tidaklah menyenangkan, sakit, penuh penderitaan, dan banyak air mata. Tetapi inilah satu-satunya cara untuk mengubah kita supaya menjadi cantik dan memancarkan kemuliaan.
“Sahabat, anggaplah sebagai suatu kebahagiaan, apabila kamu jatuh ke dalam berbagai pencobaan, sebab Anda tahu bahwa ujian terhadap kita menghasilkan ketekunan. Dan biarkanlah ketekunan itu memperoleh buah yang matang supaya Anda menjadi sempurna dan utuh dan tak kekurangan suatu apapun.”
Apabila Anda sedang menghadapi ujian hidup, jangan kecil hati, karena akhir dari apa yang sedang anda hadapi adalah kenyataan bahwa anda lebih baik, dan makin cantik dalam kehidupan ini.
Monday, September 8, 2014
TOKO PENJUAL ISTRI
TOKO PENJUAL ISTRI
Copas dari blog tetangga menarik juga buat di baca silakan dinikmati.
Sebuah toko yang menjual istri baru saja dibuka di kota Jakarta di mana pria dapat memilih istri dengan leluasa sesuai selera dan keinginannya. Di antara instruksi-instruksi yang ada di pintu masuk terdapat instruksi yang menunjukkan bagaimana aturan main untuk masuk toko tersebut, yaitu :
“Kamu hanya dapat mengunjungi toko ini SATU KALI“
Toko tersebut terdiri dari 6 lantai dimana setiap lantai akan menunjukkan sebuah calon kelompok istri. Semakin tinggi lantainya, semakin tinggi pula nilai wanita tersebut. Kamu dapat memilih wanita di lantai tertentu atau lebih memilih ke lantai berikutnya tetapi dengan syarat tidak bisa turun ke lantai sebelumnya, kecuali untuk keluar dari toko.
Di setiap lantai tertera spesifikasi/kriteria dari para calon istri tersebut.
Seorang pria pun pergi ke “toko istri” tersebut untuk mencari istri. Ia mulai mencoba mencari dari lantai satu, yg tiap lantai terdapat tulisan sbb :
Lantai 1 : Wanita di lantai ini cantik dan taat pada Tuhan.
Pria itu tersenyum, kemudian dia naik ke lantai selanjutnya.
Lantai 2 : Wanita di lantai ini cantik, taat pada Tuhan, dan sayang anak kecil.
Kembali pria itu naik ke lantai selanjutnya.
Lantai 3 : Wanita di lantai ini cantik, taat pada Tuhan, sayang anak kecil, dan dari keturunan terpandang.
” Wow”, tetapi pikirannya masih penasaran, dan terus naik. Sampailah pria itu di lantai 4.
Lantai 4 : Wanita di lantai ini cantik, taat pada Tuhan, sayang anak kecil, dari keturunan terpandang, dan pintar memasak.
”Ya ampun !” Dia berseru, ”Aku hampir tak percaya.” Dan dia tetap melanjutkan ke lantai 5.
Lantai 5 : Wanita di lantai ini memiliki pekerjaan, taat pada Tuhan, sayang anak kecil, cantik banget, pintar memasak, dan romantis.
Walaupun dia tergoda untuk berhenti tapi kemudian dia melangkah kembali ke lantai 6. Dan membaca kriteria calon istri di lantai 6 ini :
Lantai 6 : Anda adalah pengunjung yang ke 4.363.012. Tidak Ada wanita di lantai ini. Lantai ini hanya semata-mata bukti untuk pria yang tidak pernah puas. Terima kasih telah berbelanja di “Toko Istri”. Hati-hati ketika keluar toko. Dan semoga hari yang indah buat anda.
Pembaca, mungkin anda tersenyum membaca ini, atau mungkin dongkol....,
Maaf, ini hanya sekedar cerita humor yang saya dapatkan di blognya temen. Cerita ini saya posting karena ada pelajaran yang dapat kita ambil. Bukan sekedar untuk pria, akan tetapi wanita pun juga. Ya... sifat tidak pernah puas, atau kurang bersyukur. Yang ada kurang-kurang, tapi tanpa diiringi rasa terimakasih kita kepada Allah sang Pemberi..., seolah-olah, kita mempunyai hak yang lebih dari ini, tanpa mengukur diri...
Subscribe to:
Posts (Atom)




